Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Ayo! Hemat Energi !

Energi listrik yang digunakan di Indonesia pada umumnya bersumber pada sumber daya alam yang terbatas ketersediaannya di alam. Energi listrik inilah yang dimanfaatkan dan disalurkan ke rumah-rumah penduduk dari pembangkit melalui jaringan distribusi yang ada. Di rumah, listrik digunakan untuk mengoperasikan berbagai macam peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, televisi, kulkas, mesin air, dan lain-lain. Pemakaian listrik di rumah seringkali ditemui tidak efektif, terutama pada sektor penerangan. Salah satu cara untuk menghindari krisis energi yaitu melakukan penghematan, penghematan dilakukan untuk mengurangi beban pada pembangkit , berikut merupakan beberapa tips untuk menghemat energi pada rumah.
Pengkondisian udara dan cahaya
Pengkondisian udara adalah proses mendinginkan udara sehingga mencapai temperatur dan kelembaban yang ideal.

Sumber : http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Teknik%20Pendinginan/bab9.php

Di dalam rumah temperatur dan kelembaban udara merupakan hal yang penting, rekan – rekan energi mungkin sering tidak betah di rumah apabila di dalam ruangan terasa gerah dan panas. Oleh karena itu pengkondisian udara sangat penting pada rumah – rumah , gunakan rumah dengan udara dan cahaya yang cukup dengan mengatur jendela dan ventilasi yang cukup. Apabila pengkondisian udara tidak pada jendela dan ventilasi tidak memungkinkan gunakan kipas angin yang dapat mengkonsumsi listrik lebih kecil dari pada AC (air conditioning), dan apabila pengkondisian cahaya kurang dapat menggunaka lampu dengan konsusmsi daya lebih sedikit seperti lampu LED (Light Emmiting Diode)..
Gunakan lampu hemat energI (LED)
Pada malam hari konsumsi listrik berada pada beban tertinggi, beban tertinggi penggunaan listrik terjadi pada pukul 05.00 sore sampai dengan 11.00 malam, lampu hemat energy memiliki pemakaina daya lebih kecil, hanya 10% dari lampu pijar.



Sumber : http://www.stark-indonesia.com

Gunakan perangkat elektronik hemat energi
Perangkat elektronik saat ini banyak menggunakan teknologi terbaru bahkan dapat memberikan efesiensi yang lebih baik dari pada perangkat sebelumnya dengan daya listrik yang lebih rendah. Sangat banyak tips untuk meggurangi pemakaian listrik pada perangkat elektronik diantaranya :
Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik

PENGHEMATAN ENERGI PADA PENCAHAYAAN

Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
Padamkan lampu pada siang hari.
Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA ( AC )

Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
Kontrol temperature dengan termostat.
Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
Gantilah bahan pendingin yang dipakai (freon) dengan bahan pendingin hemat listrik (hydrocarbon refrigerant), sehingga bisa menurunkan listrik s/d 25% dari AC.
Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR

Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
Gunakan pelampung air di penampungan.
Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
Rele tekan (pressure switch) tidak bekerja.
Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.
Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI

Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN

Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA

Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA

Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

Sumber : http://www.globalindoprima.com/tips-trik/tips-hemat-listrik-energi

Pastikan perangkat elektronik dan listrik terdiskoneksi dengan listrik apabila tidak di gunakan
Penggunaan perangkat elektronik dengan bijak dapat mengurangi pemakaian listrik pada rumah, namun sering terlupakan, banyak perangkat elektronik yang standby dan terkoneksi dengan arus listrik.padahal peralatan elektronik yang dalam posisi stanby masih memakan daya listrik sebanyak 80% dari daya yang diguanakan ketika hidup,maka sebaiknya cabut colokan peralatan elektronik dari stop kontak jika sudah tidak digunakan.
Sumber : https://www.instagram.com/p/BHZknkOgG1U/?taken-by=bengkelenergi
Gunakan listrik secara bijaksana
Penggunaan listrik secara bijaksana dapat menghemat biaya pemakaian listrik pada rumah tangga. Berikut  6 tips hemat listrik sebagai berikut :
Matikan lampu dan lepas tusuk kontak alat listrik yang tidak di perlukan
Manfaatkan matahari sebagai sumber cahaya pengganti lampu dan panas untuk menjemur pakaian
Manfaatkan fitur eco- friendly untuk menghemt daya dan timer untuk mematikan alat listrik secara otomatis
Untuk ruangan luas lebih baik menggunakan lampu berdaya rendah di banyak titik daripada lampu berdaya tinggi di satu titik dan bagi saklar lampu untuk tiap area
Atur volume suara televisi atau speaker secukupnya, makin kers volume makin besar daya yang dibutuhkan.
Atur temperatur Air Conditioner di 24-27°C makin rendah temperatur makin besar daya yang dibutuhkan.



Sumber : https://twitter.com/kementerianesdm/status/791557765420290048


PLTB Sidrap : Pembangkit Listrik Tenaga Angin Komersial Pertama di Indonesia

Potensi sumber energi terbarukan di Indonesia sangat melimpah. Mulai dari energi angin, surya, gelombang laut hingga biomasa. Pada akhir 2019, pemerintah Indonesia telah menargetkan untuk membangun pembangkit listrik tambahan sebesar 35.000 megawatt (MW). Hal ini didasari oleh masih rendahnya rasio elektrifikasi di Indonesia dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei. Pada tahun 2010, rasio elektrifikasi Indonesia hanya berada pada angka 67,15% dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 88,30%. Rasio elektrifikasi yang diharapkan pemerintah pada akhir tahun 2019 adalah 97,35%. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah Indonesia akan memberikan porsi 25.904 MW kepada swasta dan 10.681 MW kepada PLN[1]. Berdasarkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RKUN) 2015-2034, Sumber energi yang digunakan untuk pembangkit listrik terbagi menjadi 4 kategori, batu bara (50%), energi baru terbarukan (25%), minyak bumi (1%) dan gas (24%)[1]. Batu bara masih menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Namun, pemerintah berupaya untuk selalu meningkatkan pembangunan pembangkit listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT). Kelebihan dari EBT adalah bebas polusi dan ketersediannya sangat melimpah di Indonesia.



Gambar 1. (a) Sebaran pembangkit dan jaringan transmisi untuk memenuhi target 35.000 MW[2] (b) Bauran sumber energi pembangkit listrik berdasarkan RKUN[1]

Salah satu proyek pembangkit listrik EBT untuk mencapai target 35.000 MW berada di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan dengan memanfaatkan energi angin. Dipilihnya kawasan Sidrap karena kecepatan anginnya mencapai 7 m/s[3]. Proyek tersebut telah dimulai sejak April 2016 oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi dengan investasi senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp. 2,02 triliun[3]. PT UPC Sidrap Bayu Energi merupakan konsorsium yang terdiri dari UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Sunedison dan Binatek Energi Terbarukan.
Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) Sidrap memiliki 30 buah turbin. Kapasitas total PLTB Sidrap adalah 75 MW dengan masing-masing turbin berkapasitas 2,5 MW[4]. Turbin tersebut dibangun pada menara baja setinggi 80 meter dan tiga buah bilah dengan panjang masing-masing sekitar 57 meter sehingga total ketinggian turbin tersebut mencapai 137 meter[4]. Model turbin tersebut adalah turbin angin kelas IIA yang dipasok dari perusahaan asal Spanyol, Gamesa Lolica Corporation. PLTB ini membutuhkan lahan seluas 100 hektar dengan tanah galian 100,000 m3.
Proyek PLTB Sidrap mempekerjakan 709 orang yang 95% nya adalah warga negara Indonesia (WNI). Dampak dari proyek PLTB Sidrap adalah pembangunan jalan baru sepanjang 10 km dan 4 jembatan baru dengan total biaya sebesar US$ 350 ribu[5]. PLTB Sidrap mampu menerangi 70.000 rumah di Sulawesi Selatan. Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan bahwa tarif tahap pertama dari PLTB Sidrap sebesar US$ 0,114 per kWh atau setara dengan Rp. 1.540 per kWh[6]. Kehadiran PLTB Sidrap diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar). Saat ini, kondisi kelistrikan wilayah Sulselrabar mencapai 1.250 MW dengan beban puncak mencapai 1.050 MW. PLTB Sidrap dengan kapasitas 75 MW merupakan PLTB Sidrap tahap satu. Pemerintah akan membangun PLTB Sidrap tahap dua dengan kapasitas 50 MW. Ignasius Jonan berjanji untuk PLTB Sidrap tahap dua, tarifnya akan lebih rendah dari PLTB Sidrap tahap satu. Setelah PLTB Sidrap 1 beroperasi, maka kapasitas terpasang PLTB secara nasional bertambah menjadi 76,1 MW dari tahun lalu yang baru termanfaatkan sebesar 1,1 MW[6].
Pemerintah Indonesia menargetkan akan membangun 22 PLTB di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu rencana pengembangan PLTB selanjutnya adalah di wilayah Sukabumi dengan target kapasitas 170 MW. Perlu diketahui, Indonesia memiliki potensi energi angin yang mencapai 1,8 gigawatt (GW)[4]. Potensi ini harus dimanfaatkan sebaik-sebaiknya agar masyarakat Indonesia dapat menikmati sumber daya alamnya sendiri. Sebentar lagi, masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Selatan akan menikmati listrik yang dihasilkan oleh para penari langit.
Referensi
[1] Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. 2016. Kebijakan Pemerintah Dalam Pembanguna Infrastruktur Penyediaan Tenaga Listrik. Jakarta : Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam.
[2] PT. PLN. 35.000 MW Untuk Indonesia. http://listrik.org/pln/program-35000-mw/ (Diakses pada 9 Januari 2018)
[3] Artanti, A.A. 2018. PLTB Sidrap I Siap Beroperasi. http://ekonomi.metrotvnews.com/energi/JKRlgQ7b-pltb-sidrap-i-siap-beroperasi (Diakses pada 9 Januari 2018)
[4] Wardani, R. 2017. PLTB Sidrap, Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar di Indonesia. http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/09/30/1759/pltb.sidrap.pembangkit.listrik.tenaga.angin.terbesar.di.indonesia (Diakses 9 Januari 2018)
[5] UPC Renewables. http://www.upcrenewables.com/indonesia/ (Diakses 9 Januari 2018)
[6] Primadhyta, S. 2017. Jokowi Pamer Kemajuan Proyek PLTB Pertama di Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171202163110-92-259688/jokowi-pamer-kemajuan-proyek-pltb-pertama-di-indonesia (Diakses pada 9 Januari 2018)

Cc sumber : https://warstek.com/2018/01/12/pltb-sidrap-tenaga-angin-indonesia/

Indonesia dan UEA Akan Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Terbesar di Dunia

Indonesia telah menargetkan bauran pengembangan energi baru terbarukan (EBT) pada 2025, yakni sebesar 23%[1]. Hal ini sejalan dengan potensi EBT yang dimiliki Indonesia. EBT seperti energi angin, matahari, gelombang laut belum optimal dikembangkan sebagai pembangkit listrik skala besar dan komersial. Pada bulan desember 2017, pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi Selatan dan akan mulai beroperasi pada tahun 2018. Langkah tersebut diambil agar rasio elektrifikasi Indonesia tidak tertinggal jauh dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei.
Selain itu, pemerintah Indonesia yang diwakili oleh PT. Pembangkit Jawa Bali (PJB) telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Masdar (perusahaan EBT asal UEA) untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di waduk Cirata, Purwakarta. Kapasitas PLTS terapung Cirata adalah 200 MW yang akan menghabiskan lahan waduk seluas 225 hektar[2]. Waduk cirata memiliki luas 6.000 hektar dan berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang mampu memproduksi energi listrik sebesar 1 GW. PLTS tersebut membutuhkan 700.000 pelampung sebagai tempat penyimpanan panel surya[2]. Selain menghasilkan listrik, PLTS terapung berfungsi untuk mengurangi pertumbuhan ganggang di sekitar waduk.




Gambar 1. Penandatanganan kontrak pembangunan PLTS terapung pertama di Indonesia antara PJB dan Masdar [1]

Potensi energi matahari di Indonesia sangat besar yakni sekitar 4,8 kWh/m2 atau setara dengan 112.000 GW[3]. Potensi tersebut harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal, salah satunya dengan PLTS terapung. Nilai investasi PLTS terapung Cirata adalah US$ 300 juta yang akan dibangun pada tahun 2018 dan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun 2019-2020[4].
Pembangunan PLTS terapung terbagi menjadi 4 tahap yang masing-masing tahap berkapasitas 50 MW. Pembangunan tahap I direncanakan beroperasi secara komersial pada kuartal kedua tahun 2019. Sementara pembangunan tahap 2 hingga 4 diproyeksikan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2020. Harga jual listrik dari pengembang swasta ke PLN harus lebih kecil dari Biaya Pokok Penyediaan (BPP). Untuk wilayah Jawa Barat, Nilai BPP sebesar US$ 6,5 sen per kWh atau setara dengan Rp. 865 per kWh. Tarif listrik ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 50/2017 tentang Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Listrik[5]. Direktur PT. PJB, Iwan Agung Fisrtantara, mengatakan bahwa proyek ini adalah yang terbesar untuk proyek sejenis dan proyek ini dapat mengakselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) serta memperkuat kerjasama antara Indonesia dan UEA.
Pembangunan PLTS terapung terbagi menjadi 4 tahap yang masing-masing tahap berkapasitas 50 MW. Pembangunan tahap I direncanakan beroperasi secara komersial pada kuartal kedua tahun 2019. Sementara pembangunan tahap 2 hingga 4 diproyeksikan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2020. Harga jual listrik dari pengembang swasta ke PLN harus lebih kecil dari Biaya Pokok Penyediaan (BPP). Untuk wilayah Jawa Barat, Nilai BPP sebesar US$ 6,5 sen per kWh atau setara dengan Rp. 865 per kWh. Tarif listrik ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 50/2017 tentang Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Listrik[5]. Direktur PT. PJB, Iwan Agung Fisrtantara, mengatakan bahwa proyek ini adalah yang terbesar untuk proyek sejenis dan proyek ini dapat mengakselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) serta memperkuat kerjasama antara Indonesia dan UEA.



Referensi
[1] Wijiatmoko, B. 2017. PLTS Terapung Pertama di Indonesia Segera Dibangun. http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/11/29/1831/plts.terapung.pertama.di.indonesia.segera.dibangun (Diakses pada 26 Januari 2018)
[2] Kenning, T. 2017. Masdar and Indonesian Power Giant to Build World’s Largest Floating Solar Plant. https://www.pv-tech.org/news/masdar-and-indonesian-power-giant-to-build-worlds-largest-floating-solar-pl (Diakses pada 26 Januari 2018)
[3] Kementerian ESDM. Matahari Untuk PLTS di Indonesia. http://www3.esdm.go.id/berita/56-artikel/5797-matahari-untuk-plts-di-indonesia-.html (Diakses pada 26 Januari 2018)
Referensi
[1] Wijiatmoko, B. 2017. PLTS Terapung Pertama di Indonesia Segera Dibangun. http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/11/29/1831/plts.terapung.pertama.di.indonesia.segera.dibangun (Diakses pada 26 Januari 2018)
[2] Kenning, T. 2017. Masdar and Indonesian Power Giant to Build World’s Largest Floating Solar Plant. https://www.pv-tech.org/news/masdar-and-indonesian-power-giant-to-build-worlds-largest-floating-solar-pl (Diakses pada 26 Januari 2018)
[3] Kementerian ESDM. Matahari Untuk PLTS di Indonesia. http://www3.esdm.go.id/berita/56-artikel/5797-matahari-untuk-plts-di-indonesia-.html (Diakses pada 26 Januari 2018)
[4] Panggabean, G.A. 2017. PLTS Terapung Cirata, PJB dan Masdar Tak Masalah Harga Jual Listrik Lebih Murah. http://industri.bisnis.com/read/20171128/44/713580/plts-terap (Diakses pada 26 Januari 2018)
[5] Primadhyta, S. 2017. Indonesia-Uni Emirate Arab Garap PLTS Terapung Terbesar di Dunia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171129094906-85-258827/indonesia-uni-emirat-arab-garap-plts-apung-terbesar-di-dunia (Diakses pada 26 Januari 2018)
[6] Masdar. 2017. PT Pembangkita Jawa-Bali and Masdar sign PDA for 200 MW Floating Solar PV Plant. http://www.masdar.ae/en/media/detail/pt-pembangkitan-jawa-bali-and-masdar-sign-pda-for-200mw-floating-solar-pv-p#energy (Diakses pada 26 Januari 2018)
Cc sumber : https://warstek.com/2018/02/02/pltsindonesia/

Pengumuman Anggota FKMTE BSO Polban




FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA TEKNIK ENERGI INDONESIA

SIARAN PERS
Nomor : 07/PERS/FKMTEI/II/2018
Tanggal : 14 Februari 2018

Pengumuman Anggota FKMTE BSO Polban

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah melewati berbagai proses yang panjang, mulai dari pendaftaran hingga wawancara, akhirnya dipilihlah anggota FKMTE BSO Polban periode 2017-2018. Adapun hasil dari pemilihan ini diumumkan pada 14 Februari 2018 mulai pukul 18.00-18.15 WIB di Student Centre Politeknik Negeri Bandung.

FKMTE BSO Polban ini dibagi menjadi 4 komisi, yaitu Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Komunikasi dan Informasi, Keuangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Selamat kepada yang sudah terpilih menjadi anggota FKMTE BSO Polban periode 2017-2018. Semoga dapat mengemban amanah ini dengan baik, tidak hanya sebatas kata namun dibuktikan dengan aksi yang nyata.





Alone we can do so little
Together we can do so much

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Biro Humas dan Literasi, Komisi Dua Pusat FKMTEI : Yussela Septiyani (085794261397)
Ketua Komisi Dua Pusat FKMTEI : Rafqi Nauli Lubis (082360548944)

Ikuti linimasa kami di:
Twitter :@FKMTEINDONESIA
Instagram : fkmteindonesia
Line :@lwj4677a
Web : fkmte-indonesia.blogspot.com

Energi Bina Desa


FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA TEKNIK ENERGI INDONESIA

SIARAN PERS 
Nomor : 03/PERS/FKMTEI/XII/2017
Tanggal : 24 Desember 2017

Energi Bina Desa

                 Energi Bina Desa (Ebides) merupakan salah satu program kerja Departemen Sosial (Depsos) Himpunan Mahasiswa Teknik Energi (HMTE) Politeknik Negeri Bandung sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat. Pada tahun ini Himpunan Mahasiswa Teknik Energi (HMTE) mengajak Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFAR) Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung (Poltekkes Bandung) untuk turut terlibat dalam acara ini.                        Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25-26 November 2017,  tepatnya di Kp. Cibanteng Desa Gunung Halu Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat.  Dalam acara ini dilakukan berbagai kegiatan sosial yaitu pembangunan PJU (Penerangan Jalan Umum), install PLTS, HMTE mengajar, serta penyuluhan dan cek kesehatan.
                Sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Bahkan hal itu tercantum dalam point kegita Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa yang seutuhnya tidak hanya berdiam diri dan bersembunyi di balik tembok kampus, namun harus keluar dari zona nyamannya dan melihat kondisi sosial masyarakat.
Berkontribusi dalam kegiatan mulia seperti ini memang butuh komitmen dalam diri sendiri untuk merelakan waktu, tenaga, pikiran, dan jasa tanpa dibayar apa apa. Semua itu bukan karena tidak berharga, tapi karena terlalu berharga untuk dibayar dengan sejumlah uang. Mahasiswa harus bergerak untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Hidup Mahasiswa ! Hidup bangsa Indonesia !
. .

Biro Humas dan Literasi, Komisi Dua FKMTEI



Yussela Septiyani

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: Biro Humas dan Literasi, Komisi Dua FKMTEI
Yussela Septiyani (085794261397)
Ikuti linimasa kami di:
Twitter :@FKMTEINDONESIA
Instagram : fkmteindonesia
Line :@lwj4677a
Web : fkmte-indonesia.blogspot.com


Lampiran







Apa Kabar Pembangunan Pembangkit Listrik 35000 MW?




FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA TEKNIK ENERGI INDONESIA
SIARAN PERS
Nomor : 02/PERS/FKMTEI/XII/2017
Tanggal : 28 Desember 2017

Apa Kabar Pembangunan Pembangkit Listrik 35000 MW?


               Salah satu faktor penting untuk mendukung pembangunan adalah listrik. Ketersediaan listrik adalah kebutuhan mendesak. Kebutuhan energi listrik di indonesia terus meningkat setiap tahunnya dan menjadi masalah utama dalam pembangunan nasional.
               Sebuah janji ketika Pemilihan Presiden di tahun 2014 lalu yang kala itu digaungkan ke seluruh penjuru nusantara agar bangsa tercinta dapat berdiri di atas jiwanya sendiri. Namun kesejahteraan rakyat masih belum terasa dan berjalan sebagaimana mestinya.
                Oleh karena itu, pada tanggal 6 November 2017, bertempat di Balai Urusan Kemahasiswaan, Politeknik Negeri Bandung, telah diakan sebuah kajian yang membahas tentang Mega Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik 35000 MW yang direncanakan oleh Presiden Joko Widodo. Peserta yang ikut terlibat dalam kajian ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Listrik dan Himpunan Mahasiswa Teknik Energi, Politeknik Negeri Bandung. Adapun yang menjadi narasumbernya yaitu Muhammad Pikri (Ketua FKMTEI), Wandi Wandani (Ketua Departemen IPTEK HMTE), dan Ketua Departemen IPKTEK HML.



              Sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia, pemerintahan Jokow-JK saat ini sedang melakukan pembangunan Mega Proyek 35000 MW. Program 35000 MW adalah proyek pemerintah untuk membangun pembangkit listrik mencapai 35000 Megawatt hingga 2019. Program 35000 MW ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal ini tentu akan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di luar Jawa yang sebelumnya kekurangan suplai listrik.
              Pemerintah telah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35000 Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019). Sepanjang 5 tahun, pemerintah bersama PLN dan swasta akan membangun 109 pembangkit; masing-masing terdiri dari 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas 10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta/Independent Power Producer (IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW. Dan pada tahun 2015 PLN menandatangani kontrak pembangkit sebesar 10 ribu MW sebagai tahap I dari total keseluruhan 35 ribu MW.
               Berdasarkan data PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), progres pembangkit listrik hingga 30 Mei 2017 diantaranya yaitu ada 2% pembangkit listrik yang sudah beroprasi, 39% sedang proses kontruksi, 23% sudah terkontrak, tetapi belum mulai konstruksi, 16% pembangkit yang  dalam tahap pengadaan (lelang), dan sisanya sebesar 20% masih tahap perencanaan. Sementara itu, jika dilihat dari penandatanganan jual beli listrik, sekitar 64% sudah ditandatangani, sedangkan sisanya 36% belum tanda tangan jual beli listrik.
                Masalah utama dalam mangkraknya pembangunan ini ialah pembebasan lahan. Dibutuhkan lahan dalam jumlah yang amat luas. Dengan terhambatnya proses pembangunan mega proyek ini maka akan muncul masalah baru di Indonesia. Proses pembangunan menjadi terhambat, bahkan terancam batal. Hal itu akan menyebabkan banyak pertanyaan yang muncul tentang kelanjutan investasi di proyek ini.
                Pemerintah Indonesia kurang memaksimalkan potensi sumber daya yang ada. Pada pembangunan mega proyek ini, mayoritas menggunakan batubara sebagai bahan bakar PLTU untuk 35.000 MW. Hal ini tidak lain merupakan suatu upaya untuk memanfaatkan batubara dalam negeri sehingga mengurangi kecenderungan untuk ekspor. Namun hal ini juga menjadi pertimbangan dari segi lingkungan yang nantinya batubara itu sendiri akan menambah emisi karbon dan pencemaran lingkungan. Perlu kita tahu juga bahwa ketersediaan batubara di Indonesia mulai menipis.
               Dengan jumlah yang cukup besar yakni 35.000 MW, perlu dipikir ulang apakah hal tersebut sudah diperhitungkan secara efektif dan bisa menjawab masalah tidak meratanya aliran listrik di Indonesia. Selanjutnya, akan lebih baik jika batubara tidak hanya digunakan untuk pembangkit listrik sebanyak itu, tapi masih bisa digunakan untuk proyek lainnya..
Pembangunan dengan jumlah fantastis ini pun dirasa belum dibutuhkan di Indonesia sekarang ini.
               Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) permintaan listrik tidak setinggi yang diasumsikan saat pencanangan program 35.000 MW. Sehingga akan menimbulkam potensi kesia-siaan program pembangunan tersebut. Hal ini menyusul asupan listrik yang dihasilkan proyek tersebut akan jauh melebihi permintaan listrik yang ada saat ini. Dengan pembangunan 35.000 MW, maka di Indonesia akan terjadi kelebihan kapasitas lisitrik. Kelebihan kapasitas ini harus dibayar oleh PT. PLN (Persero) dan pada akhirnya akan membebani keuangan PLN. Pembangunan ini sangatlah bagus, namun untuk sekarang, Indonesia dirasa belum perlu. Pembangunan 17GW dirasa sudah cukup untuk menerangi Indonesia dan menyuplai Indonesia secara keseluruhan.

               Berdasarkan hasil kajian, dengan ini kami, Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Energi Indonesia menyatakan sikap:
1. Menuntut pemerintah untuk merevisi angka proyek pembangunan 35000 MW, apakah memang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini atau hanya akan menyengsarakan rakyat
2. Menuntut pemerintah agar dilakukan pembangunan secara bertahap untuk meminimalisir biaya pembangunan
3. Mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk mengawal pemerintah dalam pembangunan nasional berlandaskan Undang-Undang
4. Menuntut pemerintah agar memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangunan proyek 35000 MW
5. Menuntut pemerintah agar memanfaatkan potensi SDA dan SDM yang ada di Indoensia untuk mengembangkan energi terbaharukan
6. Menuntut pemerintah untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang pro rakyat

             Demikian pernyataan sikap kami sebagai bentuk kepedulian Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Energi Indonesia terhadap Mega Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik 35000 MW yang sampai saat ini masih perlu dikaji dan dikawal dalam pelaksaannya. Semoga kedepannya, pembangunan ini bisa berdampak baik dengan memperhatikan aspek sosial terhadap rakyat Indonesia, sehingga cita cita terpenuhinya kebutuhan listrik masyarakat Indonesia akan tercapai. Mahasiswa harus bergerak, untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Salam Perjuangan, Hidup Mahasiswa, Hidup rakyat Indonesia !!!



Biro Humas dan Literasi, Komisi Dua FKMTEI




Yussela Septiyani





Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: Biro Humas dan Literasi, Komisi Dua FKMTEI
Yussela Septiyani (085794261397)
Ikuti linimasa kami di:
Twitter :@FKMTEINDONESIA
Instagram : fkmteindonesia
Line :@lwj4677a
Web : fkmte-indonesia.blogspot.com





Sumber :
https://Amp.kompas.com/ekonomi/read/2
https://Listrik.org/program-35000-mw

rose
 
Support : KOMINFO FKMTEI | Depid Prasetyo U | IMTE Polines
Copyright © 2013. FKMTE INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by KOMINFO FKMTEI
Proudly powered by Blogger