Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Lomba LKTI Nasional "Green Scientific Competition"

Selamat pagi, salam sejahtera. UNNES (Universitas Negeri Semarang) mengadakan lomba LKTI Nasional "Green Scientific Competition" yang akan diselenggarakan pada 6 April 2014 (Deadline pengumpulan LKTI).

Kegiatan lomba ini bertemakan "Inovasi untuk Menghadapi BencanaAlam dan Mengatasi Permasalahan Lingkungan di Indonesia". Untuk kategori lombanya sendiri masih disediakan sub-sub tema yang sesuai dengan karya teman-teman. Jadi, bagi komisi Ristek, ini boleh dijadikan ajang untuk memenuhi proker sekaligus menambah ilmu pengetahuan tentunya.

Untuk info lebih jelas, bisa lihat brosur di bawah ini.


Kunjungi Riset Windpower Ricky Elson di Tasikmalaya

Surabaya, Empat mahasiswa program studi D4 Sistem Pembangkitan Energi telah melaksanakan kunjungan kecil ke area riset Ricky Elson. Mereka diantaranya Muhammad Arif Abidin, M. Fakhri Adriawan, Nur Fadlilah Husnandanti dan M. Aditya P H. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada 5-13 Februari 2014.
Berawal dari iseng dalam mengisi waktu liburan, empat mahasiswa ini berkunjung Ciheras, Tasikmalaya. Romongan kecil dibawah kordinator Abidin ini ternyata berhasil belajar banyak bersama Ricky Elson sesuai dengan ranah bidang yang dipelajari. Mereka berangkat pada Rabu (5/2) dengan menggunakan kereta api. Agenda kecil ini merupakan inisiatif sendiri dari mahasiswa. 
Pak Ricky yang dikenal sebagai ahli motor penggerak listrik dan pengembang turbin angin welcome dengan kehadiran mahasiswa asal PENS. Area riset terbilang sederhana, berada di tepi pantai selatan. Banyak aspek yang bisa dipelajari seperti break on/off turbin angin dan solar cell, desain turbin, workshop pemasangan wind turbine, power house, pengolahan data hingga team work. 
Tidak hanya PENS, terdapat juga tiga mahasiswa asal Universitas Padjajaran Bandung dan dua asal Politeknik Negeri Jember. Bahkan sebelumnya juga ada empat mahasiswi asal Politeknik Negeri Jakarta. Sebagai salah satu anggota tim Putera Petir, Pak Ricky memang sering kedatangan tamu mahasiswa untuk belajar di area riset beliau. Dengan ini, beliau berharap banyak mahasiswa yang dapat turut serta dalam mengembangkan Indonesia utamanya dalam energi listrik terbarukan.
Proses pembelajaran disana non formal, sehingga harus mencari tahu sendiri apa yang kita butuhkan untuk bahan diskusi. Seminggu merupakan waktu yang panjang untuk belajar selama di Ciheras. Namun mahasiswa PENS hanya bisa bertemu empat hari. Mengingat jadwal beliau yang juga sangat padat.
Turbin Angin milik Ricky Elson dikenal dengan The Skydancer. Merupakan tipe HAWT dengan tiga blade. Di tempat risetnya terdapat lima skydancer dengan tinggi 4 meter, satu turbin southwest, dan dua photovoltaic. Semuanya terhubung ke power house. Pengecekan power house dilaksanakan selama tiga jam sekali untuk mengetahui besar masukan daya. Rencananya blade untuk tower ketinggian 12 meter juga akan dipasang, tinggal menunggu baterai.
Tidak hanya dikembangkan untuk riset, namun skydancer sudah dipasang sebanyak 20 unit di Pulau Sumba. Dan rencananya akan menyusul hingga 100 unit dibawah naungan Lentera Angin Nusantara. Semangat ini juga didukung dengan adanya program Sumba Iconic Island untuk energi terbarukan.
Dengan adanya kunjungan kecil ini harapannya mampu menjalin hubungan baik. Sekaligus mengenalkan Prodi Sistem Pembangkitan Energi. "Senang sekali bisa belajar langsung di lapangan dan bertemu Pak Ricky, banyak pelajaran yang saya dapat dalam mengisi liburan kali ni," ungkap M. Arif Abidin mahasiswa tingkat II SPE. (nan)

Energi Bina Desa sebagai Wujud Kepedulian Himpunan Mahasiswa Teknik Energi

Energi Bina Desa (Ebides) merupakan salah satu program kerja Departemen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Himpunan Mahasiswa Teknik Energi (HMTE) Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) sebagai implementasi salah satu poin ikrar energi yaitu peduli. Dan disadari,memberikan manfaat kepada masyarakat merupakan salah satu kewajiban mahasiswa sebagaimana yang telah kita pahami dalam poin ke-3 Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Pukul 04.30 WIB kami berkumpul di depan Pendopo Agung POLBAN. Sekitar pukul 05.00 WIB,sebelum fajar tiba,kami berangkat menuju Kampung Laspada,Pangalengan.Ada tiga kloter keberangkatan.Kloter pertama pada malam hari dan menginap di salah satu rumah warga disana.Kloter kedua berangkat pada pukul 05.00 WIB dan kloter ketiga sekitar pukul 07.00 WIB.

Hawa sejuk daerah pedesaan mulai terasa ketika kami memasuki kawasan Kampung Laspada.Perjalanan masih sekitar 30 menit untuk tiba di lokasi pelaksanaan acara.Pepohonan menjulang tinggi,bukit,dan hamparan kebun teh menjadi pemandangan di sekeliling kami.Terdapat beberapa titik jalan yang berbatu dan becek sehingga lumayan sulit untuk dilewati. 

Tiba di Kampung Laspada,kami memarkir kendaraan di lapangan dekat masjid dan mampir sebentar ke salah satu rumah warga tempat teman-teman kloter keberangkatan pertama menginap.Kedatangan kami menjadi pusat perhatian warga,terutama anak-anak.Beberapa anak memandangi kami dengan wajah polos dan bingung.Mungkin dalam benaknya mereka bertanya-tanya siapa kami dan mau apa kami kemari.Meskipun ini tahun kedua kami-HMTE-berjahim coklat ini datang kemari.


Setelah mengambil infokus,screen,laptop,dan beberapa kebutuhan lain untuk seminar di SD Riung Gunung,kami pun melanjutkan perjalanan ke SD.Jaraknya cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki dan sekitar 15 menit jika menggunakan sepeda motor sehingga kami disarankan untuk mengendarai sepeda motor untuk menuju kesana

Setibanya di SD Riung Gunung,lagi-lagi kami menjadi pusat perhatian anak-anak. Sekitar 25 orang anggota HMTE berada di tempat ini.Jumlah HMTE di SD ini hanya setengah dari jumlah seluruhnya yang hadir mengikuti kegiatan Ebides.Beberapa orang diantara kami memasuki ruang guru untuk mengurus teknis acara.Dan beberapa orang yang menunggu,mengisi waktu dengan mengajak anak-anak berkenalan,bermain dan foto-foto, menyiapkan hadiah untuk lomba, beberapa lainnya dikerumuni anak-anak yang penasaran dengan kedatangan kami


Beberapa anak yang lain terlihat sedang sibuk mengumpulkan sampah dan membuangnya ke dalam lubang besar yang memang disediakan untuk membuang sampah.


Setelah semuanya siap,kami memulai acara pembuka.Diawali dengan basmalah untuk menambah keberkahan dan tak lupa dilakukan ice breaking untuk mencairkan suasana.
“Open banana open banana
Smell banana smell smell banana
Eat banana eat eat banana
Close banana close close banana”


Kurang lebih namanya Tarian Open Banana.Entah,lupa darimana awalnya.Kami melakukan dan mengajarkannya pada anak-anak berdasarkan pengalaman masa kecil kami.Anak-anak dan HMTE terlihat semangat melakukan Open Banana ini.Pembagian hadiah sudah dimulai sejak ice breaking.Anak-anak yang berani maju ke depan untuk memimpin open banana diberi hadiah.Anak-anak masih terlihat malu-malu.Wajar.Belum lama kami bertemu.

Anak-anak berhamburan saling bertabrakan saat kami mempersilakan mereka masuk ruangan kelas untuk acara seminar.Ricuh.Itu wujud semangat yang ada dalam diri mereka,kami menganggapnya.Ada juga yang sampai menangis karena jatuh tersenggol teman-temannya yang berlari.Itulah anak-anak,selalu lucu tingkah polahnya sekalipun mereka sedang berseteru.

Suasana kelas menjadi ramai setelah anak-anak masuk.Dalam dua ruang kelas yang disatukan dengan dibuka sekatnya,berkumpul anak-anak kelas 1 hingga kelas 6.Terbayang bagaimana padatnya ruangan ini?Belum lagi jumlah HMTE yang berada di dalam kelas.Tapi alhamdulillah,suasana kelas bisa kondusif dengan beberapa ice breaking dan film singkat andalan kami.


“Kalau kau suka bersih bilang oke ! Oke !
Kalau kau suka sehat bilang oke ! Oke !
Kalau kau suka bersih dan juga suka sehat
Suka dua-duanya bilang oke ! Oke !


Seminar yang diselenggarakan dengan tema ‘Cara Menggosok Gigi yang Benar’ dan ‘Cara Mencuci Tangan yang Benar’ diikuti anak-anak dengan antusias.Kami bukan ahlinya,tapi kami mempelajari secara otodidak untuk dapat disampaikan dan diajarkan kepada anak-anak SD Riung Gunung dengan cara yang sederhana.


Kurang lebih satu jam,acara seminar telah selesai dilaksanakan.Kami pun mengarahkan anak-anak untuk mengikuti lomba yang akan kami laksanakan,yaitu lomba menggambar cita-cita untuk kelas 1 sampai dengan 3 dan lomba ranking 1 untuk kelas 4 sampai dengan 6.Lagi-lagi anak-anak berhamburan keluar kelas dengan ricuh,berdesakan,menunjukkan antusias yang tinggi untuk mengikuti kegiatan ini.


Menciptakan rasa percaya diri anak-anak SD Riung Gunung adalah harapan kami.Dan melalui penanaman cita-cita sedini mungkin dan berani berkompetisi,harapan itu kami wujudkan.Sekalipun mereka adalah ‘anak-anak desa’ tapi kemampuan mereka tak ada bedanya,seperti semboyan SD Riung Gunung yang begitu mereka pahami dan mereka ucapkan dengan lantang,”Sanajan sisi gunung,nu penting nanjung !”.Ya,sebuah cita-cita tak pernah melihat siapa pencita-citanya,tak pernah melihat dimana ia berada.Cita-cita sanggup melawan keterbatasan.Dan itulah yang ingin kami tanamkan kepada mereka.

Alhamdulillah,acara berlangsung lancar.Acara diakhiri dengan salam ikrar HMTE di lapangan SD Riung Gunung.

“Salam ! Energi ! Energi...Energi...Energi...
Salam ! Energi ! Energi...Energi...Energi...”

“Ikrar ! Energi !
Kami anak energi
Kritis dan berani
Peduli terhadap lingkungan kami
Satu himpunan kami berjanji
Saling melindungi”

Salam dan ikrar Himpunan Mahasiswa Teknik Energi (HMTE) Politeknik Negeri Bandung menggema di siang yang terik.Anak-anak SD yang masih polos terpana karenanya.Hamparan kebun teh dan bukit-bukit yang menjulang tinggi di sekeliling SD Riung Gunung Laspada menjadi saksi terwujudnya kepedulian HMTE


Di lokasi yang berbeda,masih di Kampung Laspada,sebagian HMTE sedang memperbaiki biogas agar bisa digunakan oleh masyarakat Kampung Laspada.Perbaikan biogas ini merupakan target utama program kerja Energi Bina Desa tahun ini.Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat.Kami semua bergotong royong memperbaiki biogas.Bagi kami,hal ini merupakan implementasi untuk ilmu yang telah kami dapatkan.Mengabdi sambil belajar,kurang lebih begitu.



Pukul 14.00 kami tiba di basecamp,di sekitar masjid.Acara pengobatan gratis yang dilaksanakan lembaga lain,telah selesai dilaksanakan.Kami beristirahat sejenak dan merencanakan kembali acara selanjutnya.Ada dua agenda yang harus kami lakukan sore ini.Yang pertama adalah menjalin komunikasi dengan warga untuk kepentingan kegiatan Jika Aku Menjadi esok hari dan mengajak anak-anak bermain permainan tradisional.Tujuannya agar anak-anak tetap ingat dan percaya diri melakukan permainan-permainan tradisional.Dengan cara ini,kami harap mereka merasa didukung untuk tetap melakukan permainan tradisional agar tak hanya psikomotor saja yang digunakan seperti bermain games di HP,komputer atau PS tetapi juga motorik.Agenda ini sebetulnya kondisional,jika banyak anak-anak yang berkumpul maka dilaksanakan.Tetapi jika tidak,tidak masalah.Belum sempat kami mengajak mereka,mereka sudah terlebih dahulu mengajak kami.Anak laki-laki mengajak bermain bola dahulu sedangkan anak perempuan bermain sondah,loncat tinggi,pindah karet dengan sedotan,dan beberapa permainan tradisional lainnya yang kami tak begitu tahu namanya.



Tak terasa,maghrib pun tiba.Mentari hampir tenggelam di ufuk barat,hanya menyisakan warna jingga di atas hamparan kebun teh.Kami mengakhiri kegiatan bermain dan segera merapikan diri lalu shalat berjama’ah di masjid.Sambil menunggu waktu Isya,kami membaca Al-Qur’an,menghafal surat-surat,bercerita tentang nabi dan rasul dengan anak-anak.Masih dengan semangat yang sama,anak – anak mengikuti kegiatan ini

Di halaman belakang masjid,terlihat beberapa panitia sedang menyiapkan alat-alat untuk menonton film.Ada yang mengotak-atik laptop,memasang screen,mengatur infokus,dan menggelar karpet.Kami yang telah selesai melaksanakan ibadah shalat Isya,langsung menuju tempat menonton film.Tak sabar ingin segera menonton,begitupun anak-anak.Ada pula beberapa orang tua yang ingin ikut menonton.Judul filmnya yaitu ‘Rumah Tanpa Jendela’.Dengan memahami makna film ini,kami berharap mereka akan termotivasi untuk terus berusaha menggapai cita-citanya sekalipun keterbatasan dan kesulitan menghampiri mereka.


Pukul 21.00 WIB film selesai.Anak-anak satu per satu meninggalkan tempat ini untuk pulang ke rumah dan beristirahat.Setelah selesai membereskan semua peralatan,kami pun beristirahat.Rencana esok hari,kami akan melakukan kegiatan Jika Aku Menjadi dan kerja bakti merenovasi halaman masjid.Tetapi ada satu permintaan dari lembaga PAUD agar kami mengisi acara seminar kepada anak-anak PAUD.

Pagi-pagi buta,kami sudah beranjak menuju rumah-rumah warga yang menjadi target Jika Aku Menjadi.Udara terasa begitu dingin,tapi tentu saja tak membuat kami enggan melakukan ‘pengabdian’.Pagi-pagi seperti ini biasanya warga sedang sibuk memeras susu sapi sehingga kami ikut melihat dan mencoba memeras susu sapi.Bagi sebagian besar di antara kami,hal ini adalah pengalaman pertama.Meminum susu langsung setelah diperas adalah hal yang tak pernah kami lakukan sebelumnya.Dan ternyata tak mudah untuk memeras susu sapi.Susu sapi yang telah terkumpul ini nantinya akan dijual untuk diolah di KPBS.

Beberapa tim Jika Aku Menjadi mulai menyebar ke setiap rumah warga untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan oleh warga yang menjadi target.Kami memetik tomat,wortel,cabai,kopi,daun teh,sawi.Warga mengijinkan kami untuk memakan beberapa buah atau sayur yang kami petik.


Mengisi seminar di PAUD benar-benar bukan hal yang mudah.Ternyata tak mudah berkomunikasi dengan anak-anak berusia 3-5 tahun.Terlebih lagi,mereka belum begitu mengenal bahasa Indonesia.Ya,bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa Sunda.Untungnya,kami dibimbing oleh beberapa orang guru PAUD disana.Meskipun kami merasa belum begitu optimal,namun melihat antusiasme dan respon yang positif dari anak-anak dan guru-guru PAUD,kami merasa semangat lagi.


Kerja bakti dilakukan bersama-sama dengan warga.Keringat menetes di kening kami.Tapi tak hanya lelah yang ada,melainkan rasa bahagia.Rasa bahagia karena peluh yang menetes adalah wujud dari semangat pengabdian,pengabdian kepada masyarakat.


Dua hari satu malam kami berada disini adalah dua hari yang menyenangkan dalam hidup kami.Berbagi rasa dan cerita adalah hal luar biasa bagi kami.Mengenal masyarakat Kampung Laspada merupakan sebuah pengalaman yang tak akan bisa dibeli. Waktu,tenaga,dan pikiran tak pernah sia-sia kami bagi.Bagi kami,lebih baik lelah dan sakit untuk mengabdi daripada duduk manis tak membawa perubahan.


Terimakasih,masyarakat Kampung Laspada.
Terimakasih,rekan-rekan HMTE.


Ini Kesempatan Bagi Mahasiswa Teknik untuk Ikut Lomba Go Green

JAKARTA - Mahasiswa jurusan bisnis dan teknik di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi Go Green in the City (GGITC) dengan menciptakan solusi energi yang inovatif yang dapat diterapkan di perkotaan.
Schneider Electric, perusahaan spesialis global di bidang manajemen energi meluncurkan edisi ke dua GGITC itu. Perusahaan tersebut telah meraih sukses dan menjaring minat begitu banyak mahasiswa dan universitas dari seluruh wilayah Indonesia dengan menerima lebih dari 80 proposal.
Riyanto Mashan, Country President Shcneider Electric Indonesia, mengatakan pada pelaksanaan GGITC 2013, tim Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, telah terpilih sebagai pemenang ke tiga di East Asia Go Green in the City 2013.
Mereka telah bersaing dengan sejumlah negara Asia Timur lainnya seperti Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Tim itu menampilkan program yang berjudul ‘Floating Clinic’ (Puskesmas Apung). 
“Program ini adalah sebuah ide orisinil yang mengetengahkan solusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil, dengan manajemen energi yang lebih baik, yaitu dengan menggunakan tenaga surya,” kata Riyanto, dalam rilisnya.

Setelah menang di tingkat regional, pada Juli 2013, mereka diberangkatkan ke Paris untuk bertanding dalam tahap final di tingkat global.
Ada beberapa tahap lomba yang perlu dilalui. Pertama 15 November 2013-15 Februari 2014, mahasiswa bisnis dan teknik (tingkat 2 dan selanjutnya), juga mahasiswa master atau MBA dapat mengikuti kompetisi ini melalui www.gogreeninthecity.com dengan membentuk tim yang terdiri dari dua orang, salah satu harus perempuan. Para calon peserta mengikuti kuis online bertema Kota Pintar.
Pada 28 Februari 2014, 5 semifinalis dari Indonesia akan diumumkan dan memiliki waktu satu bulan untuk mengerjakan studi kasus dan dibantu oleh mentor dari karyawan Schneider Electric.
Pada 13 Maret 2014 dilaksanakan tahap final untuk tingkat nasional di Jakarta. Kelima finalis akan memberikan presentasi mengenai kasus bisnis/solusi efisiensi energi mereka di depan tim juri yang berkompeten.
Akan terpilih 2 tim pemenang yang berhak menerima hadiah sebesar total Rp45 juta. Lalu pada April 2014, dua tim pemenang tahap final di Indonesia akan bertanding dengan peserta dari Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam untuk memperebutkan kesempatan menjadi juara East Asia Go Green in The City 2014..
Kemudian pada Juli 2014, 12 tim terbaik dari seluruh dunia akan diundang ke Paris untuk bertanding di tingkat global di kantor pusat Schneider Electric di Rueil-Malmaison. Tim pemenang berhak atas perjalanan keliling dunia dengan fasilitas VIP, mengunjungi berbagai fasilitas perusahaan, menjalin networking dengan karyawan dan manajemen Schneider Electric, dan pada akhirnya berpeluang untuk bekerja di Schneider Electric

Tutup Akhir Tahun, Pengusaha Ngeluh Harga Batu Bara Anjlok


Jakarta -Sepanjang tahun 2013, harga batu bara anjlok, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2012. Rata-rata Harga Batubara Acuan (HBA) tahun ini mencapai US$ 87,46 per ton atau turun dari tahun lalu US$ 95,48 per ton. 

Sehingga keuntungan para perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) merosot bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Wakil Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Herman Kasih berpendapat salah satu penyebab anjloknya harga batu bara karena banyaknya izin usaha pertambangan (IUP) yang diterbitkan pemerintah. Hasilnya suplai meningkat dan harga menjadi anjlok.

"Jadi memang dengan era ini penerbitan IUP sudah lebih dari 10.000. Pemerintah pusat nggak sanggup melakukan pengawasan. Kami sarankan agar ditertibkan agar harga bisa naik dan produksi batu bara bisa terkontrol dengan baik," kata Herman saat berdiskusi soal tambang di Kafe Pisa, Menteng Jakarta, Senin (30/12/2013).

Selain itu, penambangan batu bara ilegal juga marak terjadi di sepanjang tahun 2013. Ia mencatat 56 juta ton batu bara ilegal diproduksi selama tahun 2013. Banyaknya batu bara yang beredar membuat harga semakin jatuh.

"Yang tidak terdeteksi pemerintah 56 juta ton itu illegal mining sepanjang tahun 2013," imbuhnya.

Tahun depan, ia memprediksi produksi batu bara akan melonjak 20% dibandingkan tahun 2013 menjadi 400 juta ton. Angka ini berbeda dengan angka rekomendasi pemerintah yang hanya mentargetkan produksi batu bara 2014 sebesar 392 juta ton.

Pasar utama produk batu bara di Indonesia masih didominasi oleh PT PLN (Persero) untuk kepentingan produksi listrik. Sedangkan sebagian besar atau 80% produksi batu bara di dalam negeri ditujukan untuk ekspor. Adapun tujuan pasar batu bara Indonesia di tahun 2014 adalah ke Jepang, Bangladesh dan Srilangka.

"Pemerintah Jepang sedang cari tambahan batu bara dari Indonesia untuk membangkitkan pembangkit listrik karena mereka menutup PLTN sehingga pembelian batu bara tahun depan meningkat. Untuk China belum ada keputusan. Srilangka dan Bangladesh adalah market baru kita. Kebutuhan PLN berkisar 70-80 juta ton tetapi itu juga akan meleset. Kelebihan produksi kita hampir 80% kita ekspor dan 20% diserap di dalam negeri," jelasnya.

(wij/hen)

Serah Terima Jabatan Ketua IMTE Polines 2013/2014

Senin (30/12) di Politeknik Negeri Semarang dilangsungkan serah terima jabatan ketua IMTE Polines. Perlu diketahui, Polines merupakan salah satu anggota dari FKMTE Indonesia dan sebagai anggota Polines juga harus menjalankan proker FKMTE Indonesia. Maka dari itu, organisasi yang akan menjalankan proker FKMTE Indonesia di Politeknik negeri Semarang adalah IMTE (Ikatan Mahasiswa Teknik Energi) Polines. Bisa dibilang, organisasi ini layaknya seperti HMPS, namun bedanya organisasi ini berdiri secara independen dan dana kegiatan diperoleh dari iuran rutin anggota serta dana sponsor kegiatan.

Hari ini, Wigas Digwijaya secara resmi dilantik menjadi Ketua IMTE Polines periode 2013/2014 menggantikan ketua IMTE sekaligus yang dulu merupakan Korpol FKMTEI dari Polines yakni Arda Agam Tamtomo. Serah terima jabatan dilakukan di Gedung SC 3 09 Politeknik Negeri Semarang dengan pembuatan surat pengangkatan ketua yang ditandatangani oleh ketua lama dan ketua baru serta dua orang saksi.




Dengan dilantiknya Wigas Digwijaya sebagai ketua IMTE 2013/2014, semoga Politeknik Negeri Semarang dapat menjalankan program kerja FKMTE Indonesia dengan lancar dan sukses. 



Jayalah selalu Teknik Energi Indonesia. Salam Energi!!
 
Support : KOMINFO FKMTEI | Depid Prasetyo U | IMTE Polines
Copyright © 2013. FKMTE INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by KOMINFO FKMTEI
Proudly powered by Blogger